Wednesday, 20 June 2012

PENYEBAB KESULITAN SISWA DALAM MENGANALISIS TRANSAKSI AKUNTANSI DAN HUBUNGANNYA DENGAN HASIL BELAJAR


ABSTRAK

Candera, Mister. 2012. Penyebab Kesulitan Siswa dalam Menganalisis Transaksi Akuntansi dan Hubungannya dengan Hasil Belajar Akuntansi (studi pada materi Ayat Jurnal Penyesuaian di SMA Nusantara Kota Jambi). Pembimbing I DR. Farida Kohar, M.P. dan Pembimbing II Dra. Hj. May Maemunah, M.E.

Kata Kunci: Kesulitan Siswa, Menganalisis Transaksi Akuntansi, dan Hasil Belajar

Tujuan belajar adalah untuk mengetahui apa yang belum diketahui sebelumnya oleh seseorang yang akan belajar tersebut. Namun terkadang tujuan tersebut tidak dapat tercapai akibat adanya hambatan-hambatan yang terjadi pada saat melaksanakan kegiatan belajar. Dan hambatan-hambatan tersebut salah satunya adalah kesulitan siswa dalam belajar. Kesulitan tersebut dapat berasal dari dalam dan dari luar diri siswa. Dari dalam diri siswa dapat berupa faktor psikologis dan faktor fisiologis. Sementara itu, kesulitan yang berasal dari luar diri siswa dapat berupa faktor lingkungan keluarga, faktor lingkungan sekolah, dan faktor lingkungan masyarakat. Dari berbagai macam kesulitan tersebut perlu diketahui faktor penyebab kesulitan yang paling dominan mempengaruhi kegiatan belajar siswa. Khususnya pada saat belajar akuntansi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa yang paling dominan menyebabkan kesulitan siswa dalam menganalisis transaksi akuntansi serta untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kesulitan siswa dalam menganalisis transaksi akuntansi dengan hasil belajar akuntansi. Sehingga, dengan demikian hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam mencoba mengatasi kesulitan siswa tersebut.
Subjek dalam penelitian ini yaitu semua siswa/I kelas XII IS SMA Nusantara Kota Jambi yang berjumlah 70 siswa. Dalam proses pengambilan data, dilakukan penyebaran angket yang berjumlah 30 item pertanyaan dengan indikator yang relevan dengan apa yang menjadi tujuan penelitian ini. Kemudian setelah itu, angket yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan rumus persentase serta dengan kategori yang telah ditentukan. Dan untuk mengetahui hubungannya dengan hasil belajar, angket dianalisis dengan meng-gunakan aplikasi komputer SPSS 16.0.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa faktor yang paling dominan menyebabkan kesulitan siswa dalam menganalisis transaksi akuntansi yaitu faktor lingkungan masyarakat dengan persentase 74.44% dan termasuk dalam kategori tinggi. Selanjutnya, koefisien korelasi antara penyebab kesulitan siswa dalam menganalisis transaksi akuntansi dengan hasil belajar akuntansi diperoleh rxy=0.484. Sementara itu, rtabel=0.235. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara X dan Y dan termasuk dalam interpretasi korelasi sedang.

Sunday, 10 June 2012

HAL-HAL MENARIK DARI "MUALLAF DAN MURTADIN"


MUALLAF VS MURTADIN


Muallaf merupakan perpindahan keyakinan dari agama non Islam menjadi Islam (muslim). Sebaliknya, perpindahan keyakinan dari agama Islam menjadi non Islam disebut murtadin atau kafir.
Ada hal-hal menarik dari dua kejadian di atas.
a.      Muallaf:
1.      Hampir setiap orang yang muallaf adalah Mereka yang mengetahui dan menguasai konsep ketuhanan dalam agama yang dianut sebelumnya.
2.      Hampir setiap orang yang muallaf adalah Mereka yang sangat menguasai kitab suci agama yang dianut sebelumnya.
3.      Sebagian besar orang yang muallaf terjadi akibat kesalahan dalam membuka dan membaca Al-qur’an (dari kiri ke kanan) sehingga langsung tertuju pada surat Al-Ikhlas yang menjelaskan tentang ke-Esa-an Allah SWT.
4.      Mereka yang muallaf adalah Mereka yang kurang memiliki kepercayaan pada firman-firman yang terdapat pada kitab suci mereka.
5.      Mereka muallaf karena Mereka tahu bahwa kitab sucinya adalah hasil karangan manusia biasa yang dapat berubah-ubah sesuai dengan zaman.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Mereka bukan manusia biasa yang hanya duduk, diam, dan mendengarkan khotbah saja. Namun, Mereka adalah orang-orang cerdas yang berpikir, bertindak, dan memutuskan.

b.      Murtadin
1.      Hampir setiap orang yang murtad adalah mereka yang kurang memahami Isi Al-qur’an sehingga salah dalam menafsirkan.
2.      Hampir setiap orang yang murtad adalah mereka yang mencari syurga tanpa harus banyak beribadah. Dan Mereka mengatakan bahwa Tuhannya sekarang akan datang untuk menebus dosa-dosa Mereka.
3.      Hampir setiap orang yang murtad adalah Mereka yang kurang mampu (miskin).
4.      Murtad karena Mereka mendapat mimpi bertemu dengan Yesus.
5.      Murtad karena kurangnya pengetahuan tentang Islam dan malu bertanya (akhirnya sesat di jalan… he..he…he).

Kejadian-kejadian di atas ditulis bukan hanya karangan belaka namun kejadian tersebut memang benar adanya. Kejadian tersebut ditulis berdasarkan pengamatan dan pengakuan langsung dari sumbernya. Seperti pada Dialog muallaf dan murtadin yang diadakan oleh Forum ARIMATEA, Kesaksian Mantan Biarawati: Hj. Irene Handono, Ceramah DR. M. Yahya Waloni (mantan Pendeta), dan sebagainya.